04 Desember 2010

Perdarahan | Panduan Pertolongan Pertama

Posted by Ardian Wardhana | 04 Desember 2010 | Category: |

Perdarahan

Perdarahan Luar

Jenis perdarahan ini terjadi akibat kerusakan dinding pembuluh darah disertai dengan kerusakan kulit, yang memungkinkan darah keluar dari tubuh. Untuk membantu memperkirakan berapa banyak darah yang telah keluar dari tubuh penderita, hal yang dipakai adalah keluhan korban dan tanda vital.

Bila keluhan korban sudah mengarah ke gejala dan tanda syok seperti yang dibahas dalam topik ini maka penolong wajib mencurigai bahwa kehilangan darah terjadi dalam jumlah yang cukup banyak.

Perdarahan Dalam

Benturan dengan benda tumpul merupakan penyebab utama cedera dalam dan perdarahan dalam. Kehilangan darah pada perdarahan dalam tidak terlihat karena kulitnya masih utuh dan mengingat perdarahan dalam tidak terlihat, kecurigaan adanya perdarahan dalam harus dinilai dari pemeriksaan fisik lengkap termasuk wawancara dan menganalisa mekanisme kejadian.
Beberapa perdarahan dalam yang dapat dikenali antara lain:
  • Cedera pada bagian luar tubuh yang mungkin merupakan petunjuk bagian dalam juga mengalami cedera
  • Adanya memar disertai adanya nyeri pada tubuh, pembengkakan terutama diatas alat tubuh penting
  • Nyeri,bengkak dan perubahan bentuk pada alat gerak
  • Nyeri tekan atau kekakuan pada diding perut
  • Muntah darah
  • Buang air besar berdarah, baik darah segar maupun darah hitam
  • Luka tusuk, khususnya pada batang tubuh
  • Darah atau cairan mengalir dari hidung dan telinga
  • Buang air kecil campur darah

Perawatan Perdarahan

  1. Perlindungan terhadap infeksi pada penanganan perdarahan:
    1. Pakai APD agar tidak terkena darah atau cairan tubuh korban.
    2. Jangan menyentuh mulut, hidung, mata, makanan sewaktu memberi perawatan
    3. Cucilah tangan segera setelah selesai merawat
    4. Dekontaminasi atau buang bahan yang sudah ternoda dengan darah atau cairan tubuh korban.
  2. Pada perdarahan besar:
    1. Jangan buang waktu mencari penutup luka
    2. Tekan langsung luka dengan tangan (sebaiknya menggunakan sarung tangan) atau dengan bahan lain.
    3. Bila tidak berhenti maka tinggikan bagian tersebut lebih tinggi dari jantung (hanya pada alat gerak), bila masih belum berhenti maka lakukan penekanan pada titik-titik tekan.
    4. Tekan pada titik tekan , yaitu arteri di atas daerah yang mengalami perdarahan.
      Ada beberapa titik tekan yaitu:
      • Arteri Brakialis (arteri di lengan atas)
      • Arteri Radialis (arteri di pergelangan tangan)
      • Arteri Femoralis (arteri di lipatan paha)
    5. Pertahankan dan tekan cukup kuat.
    6. Pasang pembalutan penekan
  3. Pada perdarahan ringan atau terkendali:
    1. Gunakan tekanan langsung dengan penutup luka
    2. Tekan sampai perdarahan terkendali
    3. Pertahankan penutup luka dan balut
    4. Sebaiknya jangan melepas penutup luka atau balutan pertama
  4. Perdarahan dalam atau curiga ada perdarahan dalam
    1. Baringkan dan istirahatkan penderita
    2. Buka jalan napas dan pertahankan
    3. Periksa berkala pernapasan dan denyut nadi
    4. Perawatan syok bila terjadi syok atau diduga akan menjadi syok
    5. Jangan beri makan dan minum
    6. Rawatlah cedera berat lainnya bila ada
    7. Rujuk ke fasilitas kesehatan

Syok

Syok terjadi bila sistem peredaran darah (sirkulasi) gagal mengirimkan darah yang mengandung oksigen dan bahan nutrisi ke alat tubuh yang penting (terutama otak, jantung dan paru-paru).

Penyebab

  • Kegagalan jantung memompa darah
  • Kehilangan darah dalam jumlah besar
  • Pelebaran ( dilatasi ) pembuluh darah yang luas, sehingga darah tidak dapat mengisinya dengan baik
  • Kekurangan cairan tubuh yang banyak misalnya diare.

Gejala dan tanda syok

  • Nadi cepat dan lemah
  • Napas cepat dan dangkal
  • Kulit pucat,dingin dan lembab
  • Sering kebiruan pada bibir dan cuping telinga
  • Haus
  • Mual dan muntah
  • Lemah dan pusing
  • Merasa seperti mau kiamat, gelisah

Penanganan syok

  • Bawa penderita ke tempat teduh dan aman
  • Tidurkan telentang, tungkai ditinggikan 20 – 30 cm bila tidak ada kecurigaan patah tulang belakang atau patah tungkai. Bila menggunakan papan spinal atau tandu maka angkat bagian kaki.
  • Pakaian penderita dilonggarkan
  • Cegah kehilangan panas tubuh dengan beri selimut penutup
  • Tenangkan penderita
  • Pastikan jalan napas dan pernapasan baik.
  • Kontrol perdarahan dan rawat cedera lainnya bila ada
  • Jangan beri makan dan minum.
  • Periksa berkala tanda vital secara berkala
  • Rujuk ke fasilitas kesehatan

Currently have 1 komentar:

  1. Blog dan artikelnya bagus, komentar juga ya di blog saya www.when-who-what.com


Leave a Reply