02 Agustus 2009

Sistem Pelayanan Gawat Darurat Terpadu | Panduan Pertolongan Pertama

Posted by Ardian Wardhana | 02 Agustus 2009 | Category: , |

Sistem Pelayanan Gawat Darurat Terpadu adalah suatu jejaring sumber daya yang saling berhubungan untuk memberikan pelayanan gawat darurat dan transportasi kepada penderita yang mengalami kecelakaan atau penyakit mendadak. Pelayanan gawat darurat modern dimulai dari tempat kejadian, berlanjut selama proses transportasi dan disempurnakan di fasilitas kesehatan. Semua ini merupakan mata rantai sumber daya manusia yang saling berhubungan membentuk suatu sistem.

Apa saja yang diperlukan untuk suatu sistem pelayanan gawat darurat terpadu ?

Pada dasarnya sistem ini dapat dilakukan secara sederhana, dengan komponen:

  • Akses dan komunikasi
  • Pelayanan pra rumah sakit ditempat kejadian
  • Transportasi ke fasilitas medis

Akses dan Komunikasi

Semua upaya yang ada bertujuan agar penderita memperoleh pertolongan secara professional secepat mungkin. Salah satu langkah seperti yang dilakukan PMI adalah mendekatkan pelayanan ke masyarakat. Masyarakat harus mengetahui kemana mereka harus meminta bantuan, baik yang umum maupun yang khusus seperti PMI.

Pelayanan Pra Rumah Sakit

Siapa yang boleh menolong dalam keadaan darurat ? Secara umum semua orang boleh menolong, namun pertolongan yang salah akan menjadi bencana. Keadaan seseorang dapat bertambah parah atau menambah daftar cedera yang sudah terjadi.

Para penolong:

  • Orang awam

    Kelompok ini tidak terlatih atau memiliki sedikit pengetahuan pertolongan pertama atau hanya meniru apa yang pernah dilihat atau didengarnya.

  • Penolong Pertama:

    Kualifikasi ini yang ingin dicapai oleh PMI akan dibahas khusus.

  • Tenaga Khusus

    Kelompok ini berupa tenaga yang dilatih secara khusus untuk menanggulangi kedaruratan di lapangan seperti Paramedik dan sejenisnya. Mereka dapat melakukan tindakan yang lebih banyak dibandingkan dengan penolong pertama.

Apa yang dilakukan oleh tenaga terlatih ?

  • Menilai penderita
  • Menstabilkan keadaan penderita
  • Imobilisasi bila diperlukan
  • Transportasi bila perlu
  • Merujuk penderita.

Transportasi

Setelah seseorang memperoleh pertolongan di lapangan langkah berikutnya yang mungkin harus dilakukan adalah mengirim penderita tersebut ke fasilitas kesehatan. Bagaimana cara pengiriman penderita ini sangat tergantung kepada keadaan suatu daerah. Di kota-kota besar mungkin dapat dilakukan dengan pelayanan ambulans, namun banyak daerah yang tidak memiliki kemewahan ini. Ada kalanya seorang penderita harus dibawa berjalan selama beberapa hari sebelum mencapai fasilitas kesehatan. Sebagai panduan umum dapat dikatakan bahwa apapun yang anda lakukan dalam penanganan seorang korban jangan sampai membuat keadaan korban menjadi makin parah.

Currently have 0 komentar:


Leave a Reply