02 Agustus 2009

Persiapan Pertolongan Pertama | Panduan Pertolongan Pertama

Posted by Ardian Wardhana | 02 Agustus 2009 | Category: , |

Dalam melakukan tugasnya Pelaku Pertolongan Pertama memerlukan beberapa peralatan dasar. Peralatan dasar ini dapat dibagi menjadi peralatan perlindungan diri atau yang lebih dikenal dengan Alat Perlindungan Diri (APD) dan peralatan minimal untuk melakukan tugasnya.

Alat Perlindungan Diri (APD)

Sebagai pelaku Pertolongan Pertama seseorang akan dengan mudah terpapar dengan jasad renik maupun cairan tubuh seseorang yang memungkinkan penolong dapat tertular oleh penyakit.

Prinsip utama dalam Menghadapi darah, cairan tubuh dari penderita adalah :

“ Darah dan semua cairan tubuh sebagai media penularan penyakit”
Beberapa penyakit yang dapat menular diantaranya adalah Hepatitis, TBC, HIV/AIDS. Disamping itu APD juga berfungsi untuk mencegah penolong mengalami luka dalam melakukan tugasnya.

Beberapa APD serta contohnya:

  1. Sarung tangan Lateks

    Sarung Tangan LateksJangan menggunakan sarung tangan yang terbuat dari kain saja karena cairan dapat merembes. Bila akan melakukan tindakan lainnya yang memerlukan sarung tangan kerja, maka sebaiknya sarung tangan lateks dipakai terlebih dahulu.

  2. Kacamata Pelindung

    Berguna untuk melindungi mata dari percikan darah maupun mencegah cedera akibat benturan atau kelilipan pada mata saat melakukan pertolongan.

  3. Baju pelindung

    Penggunaannya kurang popular di Indonesia, gunanya adalah untuk mencegah merembesnya cairan tubuh penderita melalui baju penolong.

  4. Masker Penolong

    Masker dan Kacamata PelindungSangat berguna untuk mencegah penularan penyakit melalui udara.

  5. Masker Rususitasi

    Diperlukan bila akan melakukan tindakan Resusitasi Jantung dan paru, mencegah penularan penyakit melalui udara.

  6. Helm

    Dipakai bila akan bekerja di tempat yang rawan akan jatuhnya benda dari atas, misalnya dalam bangunan runtuh dan sebagainya.

Tindakan umum untuk menjaga diri

Pemakaian APD tidak sepenuhnya melindungi penolong. Ada beberapa tindakan lain yang juga perlu dilakukan sebagai tindakan pencegahan.

  1. Mencuci tangan

    Mencuci tangan merupakan tindakan yang sederhana namun paling efektif untuk menghentikan rantai penularan penyakit.

    • Cucilah tangan sebelum dan sesudah melakukan kegiatan.
    • Pakailah sabun yang memiliki sifat anti septic (anti kuman).
    • Cucilah bersih-bersih tangan sampai ke siku bila selesai menangani penderita.

  2. Membersihkan alat

    Selain tubuh penolong alat yang baru dipakai juga harus dibersihkan. Membersihkan alat ini ada beberapa tahapan yaitu:

    • Mencuci dengan air; hanya menghilangkan bekas atau noda saja.
    • Desinfeksi (memakai bahan pembunuh kuman misalnya pemutih)
    • Sterilisasi (proses khusus untuk menjadi bebas kuman).

Peralatan Pertolongan Pertama

  1. Penutup Luka
    • Kasa Steril
    • Bantalan Kasa
  2. Pembalut

    Contoh:

    • Pembalut gulung/pipa
    • Pembalut segitiga/Mitela
    • Pembalut tubuler/tabung
    • Pembalut rekat/Plester.

  3. Cairan Antiseptik

    Contoh:

    • Alkohol 70%
    • Povidone iodine 10%

  4. Cairan Pencuci Mata
    • Boorwater
  5. Peralatan Stabilisasi

    Contoh:

    • Bidai
    • Papan spinal panjang
    • Papan spinal pendek

  6. Gunting Pembalut
  7. Pinset
  8. Senter
  9. Kapas
  10. Selimut
  11. Kartu Penderita
  12. Alat tulis
  13. Oksigen
  14. Tensimeter dan stetoskop
  15. Tandu

Semua bahan dan peralatan tersebut diatas kecuali yang besar, biasanya dimasukkan dalam tas atau sejenisnya. Banyak sekali jenis dan bentuk tas yang ada di pasaran. Tempat kerja penolong mungkin akan sangat beragam dan kebanyakan di alam terbuka, maka sebaiknya tas atau jenisnya terbuat dari bahan yang kuat dan tahan air. Tas sebaiknya memiliki banyak komparteman kecil sehingga peralatan dapat disimpan dengan baik berdasarkan kelompoknya.

Daftar tersebut diatas hanya merupakan satu contoh saja. Kemampuan penolong dan ketersediaan dana juga akan menyebabkan perlengkapan ini bervariasi. Hal lain yang perlu diingat adalah berapa banyak masingmasing jenis alat dan bahan yang harus ada.

Sebagai Penolong kita harus mampu berimprovisasi, Kadang-kadang kita akan menjumpai keadaan dimana peralatan kita tidak memadai atau kurang, bahkan tidak ada. Pertolongan Pertama mengajarkan kepada kita bagaimana memanfaatkan pengetahuan kita untuk menolong penderita dengan menggunakan peralatan seminimal mungkin.

Kemampuan berimprovisasi sangat diperlukan dilapangan seperti bagaimana memanfaatkan pakaian, sapu-tangan atau handuk-kecil sebagai penutup luka dan pembalut, memanfaatkan bahan lurus dan kertas seperti majalah dan sejenisnya untuk dijadikan bidai. Bila kita sudah mengetahui tekhniknya, bagaimana tindakan yang paling baik maka kita dapat mulai melakukan inprovisasi peralatan. Improvisasi bukan berarti melakukan sesuatu hanya berdasarkan naluri saja tetapi harus tetap sejalan dengan dasar-dasar dan prinsip-prinsip pertolongan pertama.

Currently have 1 komentar:

  1. keren banget yang bikin! salut banget!


Leave a Reply