22 Agustus 2009

Keracunan Karbon Monoksida | Panduan Pertolongan Pertama

Posted by Ardian Wardhana | 22 Agustus 2009 | Category: , |

Karbon Monoksida (CO) merupakan gas yang tidak berwarna dan tidak berbau. Gas ini berat jenisnya sama dengan udara dan apabila terbakar di udara akan membentuk Karbon Dioksida (CO2). CO merupakan racun asfiksian yang akan membentuk karboksihemoglobin dalam darah jika terhirup, sehingga hemoglobin tidak dapat mengikat oksigen, dan korban akan mati lemas. Gas Karbon Monoksida terdapat pada pembakaran tidak sempurna dari hidrokarbon.

Pengaruh CO Pada Tubuh

  1. Pada keracunan ringan, korban akan merasa pusing, kepala terasa berat dan badan lemas.
  2. Bila keracunannya berat, korban mungkin pingsan, pusing-pusing dan badan lemah.
  3. Sakit kepala, kadang-kadang disertai muntah dan otot-otot bergetar.
  4. Nadi kuat dan nadi pada pelipis berdenyut-denyut.
  5. Tekanan darah meningkat.
  6. Dilatasi pada pupil, kulit membiru dan pucat.
  7. Otot-otot menjadi kaku.
  8. Napas sesak, kematian biasanya disebabkan karena kegagalan bernapas.

Pertolongan Pertama

  1. Menolong penderita yang diduga keracunan gas CO, terutama dalam ruang tertutup harus waspada terhadap keselamatan diri dengan menggunakan alat pelindung (masker gas dan tabung oksigen)
  2. INGAT!! Keselamatan penolong adalah prioritas nomor satu
  3. Pindahkan korban ke tempat berudara segar dan hangat.
  4. Kalau korban tidak bernapas, segera lakukan pernapasan buatan.
  5. Bila memungkinkan, berikan inhalasi oksigen.
  6. Hangatkan tubuh penderita.
  7. Bila penderita sadar dan dapat pernapas normal, posisikan penderita pada posisi pemulihan untuk beberapa jam.
  8. Penderita harus istirahat penuh selama 24 jam.

Currently have 0 komentar:


Leave a Reply