22 Agustus 2009

Keracunan Asam Sulfat | Panduan Pertolongan Pertama

Posted by Ardian Wardhana | 22 Agustus 2009 | Category: , |

Asam Sulfat (H2SO4) merupakan bahan kimia asam kuat yang bersifat korosif terhadap logam. Asam sulfat sangat mudah bereaksi dengan air dan bahan-bahan organik lainnya dengan cara mengeluarkan bahang.
Asam sulfat pekat bersifat higrokospik, yaitu dapat menyerap air dari zat-zat yang basah, termasuk jaringan tubuh.

Toksikologi

  1. Melalui aspirasi:
    Menghirup uap asam sulfat dapat menyebabkan kerusakan parah pada jaringan paru, menimbulkan peradangan kronis pada saluran pernapasan dan menyebabkan bronkitis akut.
  2. Melalui kulit:
    Bersentuhan dengan asam sulfat encer dapat menyebabkan gatal-gatal, mungkin juga menimbulkan luka bakar. Asam sulfat pekat dapat membakar jaringan kulit hingga epidermis dan dapat menyebabkan syok.
  3. Melalui mulut:
    Asam sulfat yang terminum akan menimbulkan luka bakar pada selaput mukosa saluran pencernaan. Jika asam sulfatnya pekat, dapat menyebabkan robeknya lambung dan saluran pencernaan lain.

Gejala-Gejala Keracunan

  • Korosi selaput mukosa pada mulut dan kerongkongan yang terasa sakit dan panas, hingga sukar menelan.
  • Bagian yang kontak berwarna putih kelabu yang lama-kelamaan berubah menjadi hitam, kadang-kadang mengelupas dan mengerut.
  • Perut bagian atas terasa sakit disertai rasa mual.
  • Muntah berwarna kopi, bercampur darah kotor.
  • Korban merasa haus.
  • Kulit pucat dan dingin, denyut nadi lemah tapi cepat, pernafasan dangkal.
  • Kegagalan sirkulasi, jika berlangsung lama dapat mengakibatkan kerusakan ginjal dan hati.

Pertolongan Pertama

  1. Hindari usaha memuntahkan atau pembilasan lambung untuk mencegah robeknya selaput lambung.
  2. Berikan penetralisir/penawar seperti susu magnesium, magnesium oksida, kalsium hidroksida, aluminium hidroksida (antasida). Jangan berikan bahan yang mengandung karbonat/bikarbonat.
  3. Berikan air minum secukupnya untuk mengencerkan asam.
  4. Berikan demulsen, seperti minyak kelapa, susu, putih telur, mentega cair dll.
  5. Jaga agar badan penderita tetap hangat.

Currently have 0 komentar:


Leave a Reply