24 Agustus 2009

Keracunan Alkohol | Panduan Pertolongan Pertama

Posted by Ardian Wardhana | 24 Agustus 2009 | Category: , |

Alkohol yang diperdagangkan terdiri dari metanol, etanol dan butanol. Metanol atau metil alkohol diperoleh dari hasil penyulingan serbuk gergaji kayu dan dalam proses pembuatan metanol dihasilkan juga arang, asam asetat, dan aseton. Etanol atau etil alkohol dibuat dengan cara fermentasi gula pada bahan pati dengan menggunakan mikroba. Etanol mempunyai sifat tidak berwarna, mudah menguap dan dapat larut dengan air. Butanol atau butil alkohol bersifat tidak berwarna, kurang kartu dalam air tetapi larut dengan baik pada ether.

Aksi Alkohol Dalam Tubuh

Alkohol dapat meningkatkan depresi terhadap sistem saraf pusat. Alkohol diserap oleh tubuh melalui berbagai cara, termasuk tuha melalui pernapasan. Penyerapan terjadi setelah alkohol masuk ke dalam usus halus.
Alkohol didistribusikan ke jaringan tubuh dan dimetabolisasi menjadi asetaldehida, asam asetat, dan akhirnya karbon dioksida. Metabolisme tersebut terjadi di hati, ginjal, paru-paru dan otot. Metabolisme tersebut kira-kira 8 gram tiap jam. Alkohol yang tidak dimetabolisasi diekskresi melalui urin dan paru-paru.

Gejala Keracunan Alkohol

  • Gangguan keseimbangan dalam emosi.
  • Koordinasi gerakan lemah, reaksi lambat.
  • Gangguan pancaindera, penglihatan kembar.
  • Muka merah dan berkeringat, kulit pucat dan dingin.
  • Dilatasi pupil.
  • Syok, tekanan darah rendah, nadi cepat, napas lambat dan mendengkur.

Pertolongan Pertama

  1. Berikan kopi pahit (pekat) dan kalau ada tetesi dengan amonia atau minyak adas 10 tetes.
  2. Kompres kepala korban dengan air es.
  3. Kalau pingsan, ciumkan amonia atau minyak gosok.
  4. Kalau masih sadar, usahakan korban muntah.
  5. Kalau korban tertidur, miringkan kepala untuk mempermudah pengeluaran saat muntah.
  6. Selimuti badan korban agar banyak mengeluarkan keringat, alkohol akan keluar bersama keringat.

Currently have 0 komentar:


Leave a Reply