24 Agustus 2009

Gangguan Pernapasan | Panduan Pertolongan Pertama

Posted by Ardian Wardhana | 24 Agustus 2009 | Category: , |

Salah satu keluhan yang berhubungan dengan pernapasan yang sering ditemui adalah sesak napas. Gejala ini terjadi pada hampir semua penyakit atau gangguan saluran napas dan paru-paru, mulai dari batuk pilek biasa sampai penyakit paru-paru akut yang dapat berakibat fatal. Sebagai penolong pertama tidak mungkin untuk mengenali penyebab sesak napas dengan tepat, mengingat hal inipun cukup sulit bagi seorang dokter di rumah sakit.

Banyak faktor yang dapat menjadi penyulit pada keadaan sesak napas termasuk keadaan yang mengancam nyawa seperti gagal jantung.
Seperti pada semua kasus kedaruratan medis kemampuan penolong untuk melakukan wawancara dan pemeriksaan akan banyak membantu penderita.
Gangguan pernapasan menyebabkan terganggunya proses masuknya oksigen dalam tubuh. Kasus medis yang terjadi pada saluran napas memiliki gejala dan tanda umum yang sama. Irama pernapasan menjadi cepat disertai upaya bernapas, napas terasa pendek dan udara terasa kurang. Kekurangan oksigen ini dapat menyebabkan timbulnya warna kebiruan pada kulit dan selaput lendir (sianosis).
Beberapa contoh gangguan pernapasan:

  • Infeksi saluran napas atas dan bawah.
  • Edema paru akut.
  • Penyakit paru obstruktif menahun.
  • Pneumotoraks spontan (udara dalam paru-paru karena kebocoran paru-­paru).
  • Asma atau alergi.
  • Sumbatan jalan napas.
  • Emboli paru.
  • Hiperventilasi.
Penyakit tersebut di atas sangat sulit dikenali dan memerlukan diagnosis medis.
Contoh di atas hanya untuk membantu penolong dalam melakukan wawancara untuk mencari riwayat penyakitnya.

Gejala dan tanda

  • Sukar untuk menyelesaikan suatu kalimat tanpa berhenti untuk menarik napas.
  • Suara napas tambahan.
  • Tampak kerja otot bantu napas.
  • Posisi tripod (segi tiga kokoh), tubuh condong ke depan, tegak, kedua tangan bertumpu pada lutut.
  • Irama dan kualitas pernapasan tidak normal.
  • Perubahan warna kulit (pucat, kemerahan atau sianosis).
  • Perubahan status mental (mengacau, gelisah) dan lain-lain.
  • Pada asma biasanya khas yaitu adanya bunyi mengi pada saat penderita mengeluarkan napas dan batuk yang riaknya terkesan sukar keluar.
  • Nadi cepat.
  • Di Indonesia masih banyak ditemukan kasus tuberkulosa, penderita ini biasanya batuk darah.
  • Bila disertai demam maka penyebabnya biasanya adalah radang paru-paru.

Penatalaksanaan Pertolongan Pertama

  1. Nilai pernapasan penderita apakan sudah mencukupi, berikan bantuan napas bila perlu.
  2. Jaga agar jalan napas selalu terbuka.
  3. Letakan penderita pada posisi yang paling nyaman biasanya duduk tegak.
  4. Bila ada berikan oksigen sesuai ketentuan.
  5. Tenangkan penderita. Akibat kurangnya udara penderita merasa sangat tidak nyaman dan ketakutan, jangan menganggap kasar perlakuannya.
  6. Bawa penderita segera ke RS/dokter/Puskesmas terdekat.

Currently have 0 komentar:


Leave a Reply